Pendapat Alumni

 

 

 

 

 

PERMAI DI MATA PARA ALUMNI

Usia sekolah Permai sudah lebih dari seperempat abad. Dalam usia seperti itu, sudah tidak sedikit jumlah alumni hasil didikannya yang telah menyebar di mana-mana. Mereka menyebar ke seluruh penjuru dalam berbagai aktivitas. Ada yang sudah kerja, ada juga yang masih belajar di berbagai lembaga pendidikan. Lalu, ingin tahu apa komentar mereka tentang sekolah Permai?

Pendidikan Suatu Keharusan
Thji William Chandra (Kandidat Doktor Ph.D.)

Kita hidup di era globalisasi. Kemajuan transportasi telah mengubah dunia menjadi sebuah "desa" yang global. Penggunaan internet sudah memasyarakat tak hanya membuat kemudahan akses informasi tetapi juga menjadi alat komunikasi bahkan sampai ke daerah-daerah yang paling terbelakang di dunia. Sewajarnya, sekarang dunia sedang berkembang pesat. Kita melihat penemuan-penemuan baru di berbagai bidang teknologi sekarang ini telah menjadi hal biasa. Hal ini kemudian menyebabkan tingkat kompetisi yang kuat di semua aspek kehidupan. Supaya dapat mengikuti perkembangan ini, pendidikan bukan lagi suatu keberuntungan. Itu suatu keharusan! Dalam perspektif ini, Sekolah Permai memikul tanggung jawab yang sangat besar dalam mendidik generasi-generasi masa depan sehingga terbiasa dalam menghadapi tantangan.

Secara pribadi saya menghabiskan (sejauh ini) 12 dari 22 tahun kehidupan akademis saya di Permai. Sekalipun kini menjadi seorang calon Ph.D., saya masih sering teringat kembali dengan pelajaran-pelajaran yang saya pelajari ketika masih mengenakan seragam batik Permai setiap Rabu (saya ingin tahu apakah masih demikian sekarang?). beberapa hal di antaranya, penggunaan tata bahasa Inggris yang benar dalam percakapan sehari-hari sampai pada hal yang lebih canggih seperti teknik-teknik manipulasi geometri. Ini sangat berguna untuk menjelaskan suatu konsep kesulitan dalam penelitian sekarang. Menyenangkan, hal-hal kecil yang kita pelajari di masa lalu terbuki sangat berguna sekarang. Saya berharap hal ini dapat memotivasi para siswa Permai untuk belajar secara serius. Bukan hanya kemampuan intelektual dan pengetahuan saja yang saya dapatkan dari sekolah Permai, melainkan juga motivasi, kepemimpinan, serta kemampuan bersosialisasi. Saya pun masih ingat dengan jelas ikatan yang kuat antara guru-murid waktu itu. Ikatan ini bagaimanapun juga memainkan peranan penting dalam membangun dasar keyakinan yang saya butuhkan untuk berinteraksi dengan berbagai macam orang dari berbagai macam kalangan dan latar belakang.

Pesan saya kepada siswa-siswi Permai, 'Semua pilihan ada pada kalian untuk diputuskan sekarang. Dunia penuh petualangan sedang menunggu kita. Kalian bisa memutuskan menjadi 'seorang pejuang yang penuh semangat dan mampu untuk berjuang' atau menjadi 'seseorang yang tertinggal dan terlupakan'. Saya berharap kalian memilih pilihan pertama. Dan untuk merealisasikan hal itu, mari kita semua berjuang menjadi 'unggul' di manapun kita berada, untuk itu mulailah dari lingkaran kecil pembelajaran di Sekolah Permai, dan mengembangkannya ke tingkat yang lebih luas di mana 'pertempuran' yang sebenarnya terjadi. Tuhan bersertamu dan semoga berhasil!"

Sekolah Permai Berubah Drastis
John Felix

Tahun ajaran 2000/2001 saya masuk Permai langsung duduk di bangku kelas 2 SMP. Waktu itu saya pindah dari Bandung. Saat saya masuk ke Permai, suasana belajar cukup mengasikkan sekalipun jauh bila dibandingkan dengan kondisi sekarang yang fasilitasnya jauh lebih memadai.

Setelah menjadi alumnus, saya melihat bahwa Sekolah Permai mengalami perubahan yang drastis. Perubahan itu terjadi pada kepengurusan intern sekolah yang lebih berkualitas sampai pada kegiatan pembelajaran bernuansa Kurikulum Berbasis Kompetensi dan ekstrakurikuler serta peningkatan fasilitas sekolah seperti pembangunan lapangan futsal, basket, tennis lapangan, dan sebagainya. Hal ini sangat mendukung Proses Belajar Mengajar (PBM).

Semoga Sekolah Permai akan semakin menjajikan, berkualitas dan berdedikasi pada masyarakat.